Sabtu, 10 Desember 2011

Dont jugde a book by its cover

Saya bingung cari judul yang pas, tapi mudah2an judul yg saya pilih diatas cukup mewakili yaa..  saya ingin bercerita tentang relasi antara sudut kemiringan bibir dan bentuk mata yang mempengaruhi persepsi orang terhadap kita, hehe..
Dia teman kuliah saya, cowok asal semarang berperawakan sedang. Yang paling saya ingat dari dia adalah bentuk matanya yg cenderung turun dan seperti orang mengantuk, bukan sipit loh ya.. Seringkali, saat kuliah dulu dosen saya tiba-tiba menunjuk dia, eh, bukan menunjuk sih, menuding lebih tepatnya.. “kamu ngantuk ya?, sana gih cuci muka..” “hey, kamu yg dibelakang itu! Tidur ya?” Bingunglah dia tiap kali dosen menudingnya begitu, bukan apa-apa sih kalau dosen hanya menuding, tapi ada loh dosen saya yg suka langsung melempar spidol atau penghapus.. okelah kalau dia memang ngantuk dia salah, lah..wong dia seger buger ga ngantuk sama sekali... alhasil, setelah diterangkan berkali-kali si dosen mengerti juga tuh, bahwa dia ga ngantuk loh, pak.. emang mukanya dari sononya begituuu... *ooohh...
Orang kedua yg saya mau cerita adalah teman kantor saya, cewek asal surabaya, sebut saja namanya bunga. Waktu dia baru masuk ke kantor kami, seorang teman kantor saya yang lain secara frontal bertanya padanya “kamu sering dugem ya?” whaatt.. dengan sewot dia ngomel2 ke saya, ga terima dituduh kyk gitu.. “apa dasarnya coba, yol?” saya, yang ditanya juga ikutan bingung jadinya.. Setahun kemudian saya dan dia ditugaskan ke jepang selama 1 minggu, untuk meeting dengan orang-orang headoffice jepang. Seperti biasa, setelah meeting, kita diajak untuk makan malam bersama di sebuah resto ala hanamasa. Kami para wanita indonesia duduk di meja yang berbeda dengan para bapak. Sambil menikmati dinner, entah darimana mulanya, kami kembali membahas mengenai tudingan rekan kantor bahwa Bunga sering dugem. Menjelang akhir dinner, ada seorang mister jepang yang sudah setengah mabuk sake datang ke meja kami untuk mengajak kami mengobrol. Topiknya simpel, seputar dia ingin sekali daang ke indonesia tapi dia ragu karena dia tidak punya teman di indonesia. Seorang teman saya yg lain lantas bicara “ oh, tenang mister, kalau kamu ke indonesia silahkan kontak kami aja.. kebetulan Bunga san tahu banyak tempat-tempat bagus di Indonesia (maksudnya adalah tempat wisata dong yaa..). Si mister kemudian melihat ke bunga dan menanggapi dengan “ohh..nice.. disco discoo?”.... hihihi.. ini seolah kembali menegaskan kepada bunga, yaa..mungkin emang muka lo, muka dugem bung... hehehehe...
Sampai disini dulu ya, sekarang kita baru bahas mengenai muka ngantuk dan muka dugem.. dibagian dont judge a book by its cover berikutnya, saya akan cerita tentang muka-muka lainnya.. hihihi..

maaf ya ga bisa upload fotonyaa... :p tapi ini bukan hoax koq...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar